Nasi kuning adalah sebuah makanan khas yang sering digunakan untuk acara tertentu. Banyak yang mengatakan bahwa nasi kuning adalah makanan yang berasal dari daerah Jawa. Bukan makanan khas, hanya asal penyebarannya saja yang dari Jawa.

Merayakan Hari Istimewa dengan Nasi Kuning

Namun di daerah bali pun nasi kuning juga memiliki ciri khas yang sangat kental. Pada dasarnya setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri dalam mengolah dan menyajikan nasi kuning. Meskipun asal penyebaran nasi kuning ada di satu daerah, tapi ketika masakan nasi kuning ini sudah menyebar, maka cita rasanya akan disesuaikan dengan daerah penyebaran. Missal, ketika nasi kuning dimasak dengan menggunakan cara daerah Bali, rasa nasi kuningnya pun akan disesuaikan dengan lidah orang Bali. Namun warna kuning dari nasi kuning tetap dipertahankan.

Karena itu sudah merupakan ciri khas yang tidak bisa dipisahkan dari nasi kuning. Secara umum nasi kuning biasanya digunakan untuk merayakan hari special. Jarang ada orang yang memasak nasi kuning ketika tidak ada hal istimewa yang terjadi. Kecuali jika memang sudah kebiasaan untuk menyantap nasi kuning secara besar-besaran tanpa ada hal yang perlu dirayakan. Ciri khas nasi kuning yang disajikan pada hari special ini sepertinya tidak terlepas dari makna dari nasi kuning sendiri. Warna kuning pada nasi kuning merupakan lambing dari kemakmuran. Masyarakat percaya bahwa warna dari nasi kuning ini bisa menyampaikan harapan untuk masa depan.

Biasanya nasi kuning dibuat dengn menggunakan lauk yang lengkap. Mulai dari ayam goreng yang disuwir, ada juga tempe goreng kering, telur dadar yang sudah dipotong-potong memanjang, lengkap dengan sambal dan timun sebagai lalapannya. Lauk dan kelengkapan tersebut masih tergolong sederhana untuk nasi kuning. Dalam acara yang lebih besar, biasanya kelengkapan lauk yang disediakan pun akan semakin banyak. Hadirnya nasi kuning dalam sebuah acara ini sepertinya tidak terbatas dalam acara yang besar saja. Di zaman modern seperti sekarang, perayaan acara besar mungkin akan dibuat lebih kekinian.

Tradisi Merayakan Hari Istimewa

Tapi, masih banyak juga orang yang menghendaki untuk menggunakan nasi kuning sebagai santapan utama. Alasannya beragam, salah satunya adalah untuk mempertahankan kesan klasik atau tradisional dari sebuah perayaan. Selain acara besar yang bisa dicontohkan seperti khitanan, peresmian gedung, dan lain-lain, nasi kuning juga bisa digunakan sebagai perayaan ulang tahun dalam satu keluarga. Walaupun sudah jarang, tapi ternyata masih ada juga keluarga yang menggunakan nasi kuning untuk merayakan ulang tahun. Mengingat proses pembuatan nasi kuning ini cukup mudah, maka banyak ibu rumah tangga yang mau untuk membuat nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya untuk merayakan ulang tahun anggota keluarga. Hal ini tentu saja akan meningkatkan rasa kekeluargaan dalam sebuah keluarga.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang sudah banyak masakan yang dijadikan makanan utama dalam sebuah perayaan. Bahkan mayoritas masakan tersebut cenderung kebarat-baratan. Maka dari itu dengan tetap bertahannya nasi kuning sampai sekarang adalah merupakan sinyal yang baik. Karena bagaimanapun juga nasi kuning merupakan aset kuliner Bangsa Indonesia. Menggunakan nasi kuning dalam sebuah perayaan baik yang berskala besar atau kecil, menunjukkan rasa ke-Indonesiaan yang tinggi dan bisa memunculkan suasana tradisional yang kental. Namun memang sekarang ini masakan nasi kuning juga sudah banyak dikreasikan lebih modern, terutama dari segi cara penyajian dan penampilannya, untuk bisa tetap menarik perhatian.

Tradisi Merayakan Hari Istimewa dengan Nasi Kuning